but too many years have passed since then...
And i am tormented by the fact that we couldn't accept each other right now...
So i cast off my pride, to bring tenderness to you...
Friends by Stephanie
"Hanya Pecundang yang Takut Akan Perubahan" kira kira seperti itulah sepotong kalimat yang pernah dikatakan oleh Chairil Anwar. Tapi apakah kita memang harus berubah dalam hidup ini...??? Apakah kita harus berubah ketika menjalani hidup ini...??? Demi apa...??? Untuk siapa...??? dan MENGAPA...???
Ok, saya akan bercerita tentang seorang teman lama yang saya rasa mereka mengalami perubahan besar dalam hidupnya. Sebut saja orang itu si-A
Saya kenal dengan si-A sudah sangat lama. Kira2 kita sudah berteman sejak usia kita 6 tahunan. Kebetulan juga sejak SD hingga SMU kami menuntut ilmu di sekolah yang sama. Saya masih ingat betul, dahulu si-A adalah seorang anak yang bisa dibilang "Perfect-Student" ketika di sekolah. Dibidang akademik, setahu saya dia tidak pernah terlempar dari yang namanya "The Top Three" dikelas . Bukan hanya dikelas, prestasi akademik lainnya pun juga banyak ia dapat, sebut saja juara pada Lomba Cerdas Cermat, Pelajar Teladan, Olimpiade MIPA dll
. Selain segudang prestasi akademik, ia juga memiliki bergudang gudang prestasi non-akademik, seperti juara lomba memahat patung, melukis, lomba mengaji (baca 'Quran), lomba adzan dan juga beberapa lomba olahraga seperti lari, bahkan dia juga salah satu anggota tim basket di sekolah. Dari segi sikap dan perilaku dia juga bukan seorang anak yang sombong dan angkuh, melainkan seorang anak rendah diri, sopan dan mudah bergaul dengan semua orang
. Pokoknya seperti seorang sosok yang mungkin hanya ada di drama drama Jepang gitu deh,
hahaaaa. Bagaimana tidak menjadi idola semua cewek disekolah kalo sudah begitu...???. 
. Selain segudang prestasi akademik, ia juga memiliki bergudang gudang prestasi non-akademik, seperti juara lomba memahat patung, melukis, lomba mengaji (baca 'Quran), lomba adzan dan juga beberapa lomba olahraga seperti lari, bahkan dia juga salah satu anggota tim basket di sekolah. Dari segi sikap dan perilaku dia juga bukan seorang anak yang sombong dan angkuh, melainkan seorang anak rendah diri, sopan dan mudah bergaul dengan semua orang
. Pokoknya seperti seorang sosok yang mungkin hanya ada di drama drama Jepang gitu deh,
hahaaaa. Bagaimana tidak menjadi idola semua cewek disekolah kalo sudah begitu...???. 
Meski kami berteman, tetapi jujur dahulu saya sering menaruh rasa iri dan benci padanya
. Apa lagi, kalo dia sudah bertingkah "Over Familliar" dengan ibu saya (kebetulan ibu saya bekerja di sekolah kami). Dulu pernah kejadian seperti ini, pada pagi hari ayah mengantar saya dan ibu ke sekolah. Setibanya di sekolah saya langsung keluar dari dalam mobil dan berlari menuju kelas. Nah tiba tiba si-A ini muncul dan menawarkan bantuan ke ibu saya untuk membawakan buku2nya ke kantor. Tentu saja hal itu membuat saya sedikit panas hati, karena bagaimanapun juga "She is my mother NOT YOURS...!!!"
. Setibanya dirumah, saya selalu diberi nasihat agar meniru perilaku si-A , yang terlihat sempurna itu. Arrrgghhhh semua hal tersebut semakin menambah rasa sirik saya pada si-A. Tapi bagaimanapun juga dia adalah salah satu teman terbaik saya, saya juga tak mungkin berbuat sesuatu yang buruk padanya. Dan lebih lagi saya juga sangat bangga memiliki teman seperti dia.
. Apa lagi, kalo dia sudah bertingkah "Over Familliar" dengan ibu saya (kebetulan ibu saya bekerja di sekolah kami). Dulu pernah kejadian seperti ini, pada pagi hari ayah mengantar saya dan ibu ke sekolah. Setibanya di sekolah saya langsung keluar dari dalam mobil dan berlari menuju kelas. Nah tiba tiba si-A ini muncul dan menawarkan bantuan ke ibu saya untuk membawakan buku2nya ke kantor. Tentu saja hal itu membuat saya sedikit panas hati, karena bagaimanapun juga "She is my mother NOT YOURS...!!!"
. Setibanya dirumah, saya selalu diberi nasihat agar meniru perilaku si-A , yang terlihat sempurna itu. Arrrgghhhh semua hal tersebut semakin menambah rasa sirik saya pada si-A. Tapi bagaimanapun juga dia adalah salah satu teman terbaik saya, saya juga tak mungkin berbuat sesuatu yang buruk padanya. Dan lebih lagi saya juga sangat bangga memiliki teman seperti dia. Ok, beberapa tahun berlalu, seiring bertambahnya waktu jarak diantar kami semakin jauh, saya juga semakin jarang bertemu dan mendengar kabar tentang dia. Berasal dari kabar angin yang berhembus, saya mendengar dia sedang mengalami masalah dengan orang tuanya (sejak kecil si-A memiliki keluarga yang broken home, dan dia tinggal bersama kakek neneknya) yang menyebabkan dia sedikit berubah.
Waktupun kembali berlari, dan saya sudah benar benar putus hubungan dengannya. Tahu sendiri bahwa setelah lulus SMA, saya memutuskan untuk melanjutkan studi ke Teknik Informatika ITS. Kebetulan beberapa waktu ketika libur semester, saya berjumpa dengan si-A di salah satu pertokoan di Madiun. Saya melihat dia duduk di sebuah cafe, sambil membawa gitar, merokok, dan meminum sebotol minuman keras
. Tentu saja saya sangat kaget, masa sih si-A "The Perfect Student" yang dahulu saya kenal jadi seperti ini...??? Untuk mehilangkan rasa penasaran, saya langsung saja menyapanya. Saya sempat ngobrol kesana kemari dengannya, hingga saya bertanya kenapa dia sekarang jadi seperti ini, sungguh diluar dugaan, dia memberi jawaban seperti ini "Saya Bosan Jadi Anak Baik dan Pintar, Saya Ingin Mencoba Sesuatu yang Berbeda dan Baru" .
Heeiii man, look , i've been dying to be like you, but now what...??? see...??? NO ONE RESPECT YOU ANYMORE, even if my mother see you, she will slap your face.
. Tentu saja saya sangat kaget, masa sih si-A "The Perfect Student" yang dahulu saya kenal jadi seperti ini...??? Untuk mehilangkan rasa penasaran, saya langsung saja menyapanya. Saya sempat ngobrol kesana kemari dengannya, hingga saya bertanya kenapa dia sekarang jadi seperti ini, sungguh diluar dugaan, dia memberi jawaban seperti ini "Saya Bosan Jadi Anak Baik dan Pintar, Saya Ingin Mencoba Sesuatu yang Berbeda dan Baru" .
Heeiii man, look , i've been dying to be like you, but now what...??? see...??? NO ONE RESPECT YOU ANYMORE, even if my mother see you, she will slap your face. Saya sungguh tidak habis pikir, kenapa orang bisa berubah secepat itu. si-A yang ada sekarang sungguh bertolak belakang dengan si-A yang dahulu saya kena. Kemanakah semua impian impiannya pergi...??? apakah sebegitu besarnya masalah yang ia hadapai hingga melenyapkan impian impian yang dahulu ia rangkai bersama saya...???
Saya juga tahu, bahwa semua orang berhak untuk berubah, untuk menuju masa depan yang diinginkan, tetapi haruskah seperti ini perubahan itu...???
Tetapi berubah seperti apapun dia sekarang, takkan bisa merubah kenyataan bahwa dahulu dia adalah sahabat terbaik saya.
Semoga saja kau segera menemukan impianmu kembali teman, kemudian raih dan kejarlah impian tersebut, jangan biarkan menghilang untuk kedua kalinya...
I Always pray to your happiness my friend,
I Always pray to your happiness my friend,

Friends by Stephanie


2 komentar:
Oh man..di ikutan lomba ngaji? serius?
Seingetku sih iya... :D emang kamu tahu siapa yg sedang aku bicarakan disini....???
Poskan Komentar