Kerinduan yang menusuk jiwa...

|
Share



"Didalam hujan terdapat sebuah simfoni sendu yang hanya bisa didengar oleh mereka yang rindu"
Sepertinya memang benar adanya pepatah tersebut. Bahwa ketika hujan bisa menimbulkan resonansi pada otak kita yang dapat membuat teringat akan masa lalu. 

Sore ini surabaya timur tepatnya daerah ITS hujan deras. Saat itu, saya sedang menghadap ke laptop tuk menyelesaikan tugas tugas kuliah yang tak kunjung habis, dengan ditemani oleh secangkir teh hangat dan juga musik soundtrack anime yang terus melantun. 
 Karena meghadapi error yang cukup memuakan pada program yang sedang saya kerjakan untuk Tugas Akhir, saya memutuskan untuk merebahkan diri sejenak. Suara hujan diluar terdengar semakin keras, seolah olah tak mau kalah dengan suara musik yang sedang saya putar. Kepala saya terasa sangat berat dengan banyaknya permasalahan yang harus saya hadapi. Mulai dari Tugas Akhir yang tak kunjung kelar, Tugas kuliah yang tak mau di-anak-tiri-kan, dab berbagai masalah lainnya. Dengan tatapan kosong saya menatap langit langit kamar, pikiran sudah tak karuan melayang kemana mana.

Secara tidak sadar, WinAmp dikomputer memainkan sebuah lagu yang sempat menjadi menjadi ending theme dari serial super hero legendaris, ksatria baja hiam. Serentak, saya langsung teringat masa masa ketika saya masih menyaksikan serial ini di TV. Kalo tidak salah dulu sekitar tahun 1994, salah satu stasiun televisi swasta memutar serial TV ini sore hari. Masih tergambar jelas diingatan saya, bagaimana dahulu saya menggandrungi serial ini. Biasanya setiap sore, sebelum mandi, saya selalu menyempatkan diri menonton serial ini bersama ayah (kebetulan ayah juga penggemar serial ini heheee,,). Sore hari, 17 tahun yang lalu turun hujan yang sama lebatnya dengan hujan yang turun sore ini.  Yohan kecil, saat itu merengek tuk menonton serial ksatria baja hitam, akan tetapi ayah bersikeras melarang karena diluar rumah sedang hujan lebat disertai petir yang cukup menakutkan. Ayah takut kalo kalo antena televisi akan tersambar petir (pada tahun itu, masih menggunakan antena televisi yang tingginya mengalahkan tiang bendera). Setelah hujan sedikit reda, Yohan kecil langsung berlari ke ruang keluarga tuk menyalakan televisi, tetapi ternyata serial ksatria baja hitam tersebut telah usai dan sedang memutar lagu endingnya. Entah kenapa, saya langsung merasa kondisi yang saya alami sekarang tak jauh beda dengan masa masa itu. Hujan - Suasana Hati Kacau - Ending Theme Ksatria Baja Hitam. Hanya saja dahulu, ada Ayah dan Ibu yang menenangkan hati saya yang sedang kacau. Dan sekarang saya berada dikamar kos sendirian.
Tak terasa air mata mulai menetes dari kedua mata saya. Saya sadar ternyata saya sedang dalam kerinduan yang teramat. Bukan akan seseorang atau suatu benda, tetapi saya rindu akan serpihan kenangan masa lalu. 

Saya rindu, bisa melihat serial ksatria baja hitam tersebut lagi bersama ayah. 
Saya rindu mendengar ayah menyanyikan, lagu2 dari serial tersebut sebagai lagu pengantar tidur
Saya rindu ayah dan ibu marah karena kenakalan kenakalan yang saya buat. 
Saya rindu sentuhan tangan ibu di dahi ketika saya sakit
Saya rindu omelan omelan ibu disaat saya menolak tidur siang
Saya rindu akan ayah yang memaksa saya tuk belajar piano
Saya rindu akan wajah putus asa ibu tuk mengajari anak yang bodoh ini belajar berenang
Saya rindu akan masa kecil.......... 

Jujur, hingga sekarang serpihan kenangan masa lalu tersebut masih menjerat kaki saya tuk bisa melangkah kedepan, dan saya sama sekali tidak tahu bagaimana tuk melepaskannya.
Andai saja ada sesosok jin botol, atau Bola Naga Shenlong, yang bisa mengabulkan suatu permintaan, saya hanya akan meminta tuk menjalani masa masa indah tersebut sekali lagi. Biarlah saya terbuai dalam dekapan hangat orang tua tuk sekali lagi, biarlah pikiran saya hanya berisi bermain dan bersenang senang, biarlah permasalahan permasalahan ini hilang tuk sementara.

Tapi akhirnya saya sadar, bahwa semua itu hanyalah kemustahilan belaka. Bagaimanapun juga saya harus tetap melangkah maju, sekeras dan sesulit apapun jalan yang harus saya lalui, saya tidak boleh mundur. For the sake of every love that my parent had been given to me, i'll never give up....!!!
Life must go on...!!!
"The world is not the most pleasant place. Eventually your parents leave you and nobody is going to go out of their way to protect you unconditionally. You need to learn to stand up for yourself and what you believe and sometimes, pardon my language, so LETS KICK SOME ASS....!!!" ~Queen Elizabeth II

0 komentar:

Poskan Komentar

 

©2009 Yohanda's Web Blog