Teriakan berantas kebodohan, menggelikan ketika keluar dari mulut mahasiswa bodoh!
Mahasiswa pemalas yang tidak bebas dari penyakit finansial, absurd ketika berteriak bebaskan rakyat dari kemiskinan!
Mahasiswa koruptor jam kuliah, tidak pantas berteriak anti-korupsi!
Masyarakat sudah sangat resistence dengan teriakan-teriakan idealis tanpa pelaksanaan yang sering mahasiswa lakukan.
Rakyat perlu teladan, rakyat perlu studi kasus, rakyat perlu success story, dan rakyat perlu know-how yang kita miliki
sumber
Kata kata Pak Romi Satria Wahono tersebutlah yang terlintas pertama dipikiran ketika mendengar berita tentang Mahasiswa meninggal akibat melakukan aksi bakar diri didepan istana negara. Entah mau sedih, kasihan, atau jengkel melihat aksi tersebut.
Memang benar saya akui, saya jauh dari sosok yang disebut mahasiswa teladan, kondisi enviroment di kampus saya pun juga sedikit jauh dari hal hal yang berbau bau "demonstrasi". Tetapi saya juga sedikit terusik akan pandangan yang menyatakan bahwa mahasiswa ideal itu adalah yang peduli terhadap rakyat dengan cara berdemonstrasi sedikit tanpa aturan seperti yang sudah sudah.
Mahasiswa = College Student
Hasil search di images.google.com dengan keyword "Mahasiswa" :
Hasil search di images.google.com dengan keyword "College Student" :
Andai saya sebuah robot yang memiliki otak sebuah AI yang disuruh mendeskripsikan apa itu mahasiswa dan apa itu college student, maka hasilnya adalah seperti berikut ini :
Mahasiswa :1. Demonstrasi
2. Kerusuhan
3. Penentangan
College Student : 1. Buku
2. Perpustakaan
3. Belajar bersama
Sejarah negera Indonesia memang tidak bisa lepas dari yang namanya "perjuangan" mahasiswa. Sebut saja, tahun 1966, pergerakan mahasiswa Indonesia telah berhasil ikut serta untuk melepas bangsa Indonesia dari jeratan Ideologi Komunis yang didukung Orde Lama, Tapi setelah itu, bangsa ini justru jatuh ke pelukan Orde Baru. 1998, pergerakan mahasiswa telah berhasil dengan sukses melepas Indonesia dari faham KKN Orde Baru. Tapi setelah itu bangsa ini justru jatuh kedalam chaos yang hingga sekarang masih bisa dirasakan. Apakah kita (Mahasiswa) akan membuat suatu pergerakan lagi seperti pergerakan diatas dengan dalih "FOR THE SAKE OF SOCIETY"...? lalu apakah sudah terpikirkan, kemana lagi bangsa ini akan jatuh setelah pergerakan kita tersebut telah berhasil...???
Bangunlah wahai sodara sodara mahasiswaku, disaat "mahasiswa" negara lain saling berkompetisi di bidang teknologi dan ilmu pengetahuannya masing masing, kita masih sibuk berteriak teriak "anti-korupsi" di microphone. Kita sekarang sudah berada di tahun 2011 wahai teman temanku. Tidak sadarkah kau, dikala kau pusing mengorganisir sebuah demonstrasi, negara negara lain berusaha menjajah kita dengan kapitalisme industri teknologinya. Dimana bahkan kita tak pernah sadar akan hal tersebut.
1. Mark ZuckerbergSiapa sih anak muda di tahun 2011 ini yang tidak tahu atau tidak punya account facebook...??? Master Mind dari situs jejaring sosial yang telah mengikat sebagian besar hidup kita ini juga tidak lebih dari seorang "MAHASISWA" seperti kita. Apakah dia bisa disebut mahasiswa ideal..??, Apakah dia bisa disebut mahasiswa yang berjuang demi rakyatnya...???. Yang saya tahu dia adalah miliarder termuda di planet yang disebut bumi ini. Saya memang tidak bisa menjawab semua itu, tapi yang bisa saya katakan adalah pemuda ini telah membuat negaranya memiliki situs terpopuler diseluruh dunia sekarang ini. Yang tentu ikut menyumbangkan devisa tidak sedikit bagi negaranya.
2. Bill Gates
Saya berani bertaruh, 9 dari 10 manusia mengunjungi website ini menggunakan sistem operasi Windows dari Microsoft yang didirikan oleh manusia paling kaya dimuka bumi ini, Bill Gates. Dahulu orang ini juga tidak lebih dari kita, yaitu hanya "MAHASISWA". Tapi apa yang dia lakukan...??? bakar diri..??? Dia membuat negaranya memiliki perusahaan perangkat lunak terbesar muka bumi. Apakah dia bisa dibilang apatis yang tidak peduli terhadap rakyat di negaranya...??? silahkan dijawab sendiri
3. Steve Jobs
Di tahun 2011 ini, siapa sih yang tidak mau memakai gadget yang berawal huruf 'i'. Mejeng dikampus ataupun di Mall akan terasa sangat keren jika kita membawa iPhone, iPod, iPad ataupun iMac. Kakek tua yang telah berpulang beberapa waktu silam ini telah menghadiahkan sebuah perusahaan IT yang memproduksi gadget gadget paling eksklusif kepada negaranya dan dia juga pernah berstatus seperti kita, "MAHASISWA".
Bangun, bangkit dan sadarlah wahai sodara sodara mahasiswaku. Kita tidak lagi berada dijaman penjajahan jepang ataupun belanda. Marilah kita coba menaruh kepercayaan kepada wakil wakil rakyat yang sedang duduk di senayan tuk menyalurkan aspirasi masyarakat. Apakah mereka memang sudah begitu busuknya, hingga tak satupun dari mereka yang duduk disenayan berani meneriakan kepentingan masyarakat...???
Marilah kita lakukan sesuatu yang sejak dahulu seharusnya menjadi tugas kita, yaitu terus berkarya dan berprestasi dibidang kita masing masing untuk memajukan negara ini. Sudah saatnya kita kejar negara negara seperti Jepang, Korea, bahkan Amerika (and may be we must kick their ass after we pass them :D ). Sudah saatnya kita buat negara ini mandiri disektor sektor industri dan teknologi. Sudah saatnya kita tidak lagi berteriak "lepaskan masyarakat dari korupsi" tetapi melepaskan masyarakat dari cengkraman Kapitalisme indsutri asing seperti, Nokia, BlackBerry, Samsung, Honda, Yamaha, Microsoft, Apple, Chevron maupun Toshiba. Sudah saatnya bagi kita untuk berhenti merangkak di bayang bayang perusahaan tersebut. Sudah saatnya kita sekarang tuk BERANI-MENANTANG-HEAD-TO-HEAD kepada mereka.
Mari kita buat negara ini berdiri, karena kita telah tidur terlalu lama. Jika kalian berdalih kita masih belum mampu untuk melakukan hal tersebut, ataupun kita harus memikirkan masyarakat dahulu sebelum pergi "berperang" dengan negara negara lain. Maka saya hanya bisa menjawab "SOMETIMES WE MUST TRY TO RUN BEFORE MASTERING HOW TO WALK"
Ingatlah wahai sodara sodaraku, 1945 Indonesia berstatus MENANG atas pengusiran penjajah, dan Jepang berstatus KALAH atas perang dunia II. Kita memang sama sama jatuh dan tidak bisa berjalan, akan tetapi mereka bisa bersatu dan langsung mencoba tuk berlari, dan kita sampai sekarang masih belajar berjalan dan saling mencerca satu sama lain.
Percayalah, pemerintah kita juga pasti mengusahakan hal yang terbaik untuk negara ini, untuk bangsa ini, untuk masyarakat Indonesia. Mari kita berhenti berselisih satu sama lain, mari kita saling berpegangan tangan dan berlari dan "Soon to Kick Those Capitalist Ass".Mari kita buat masyarakat Indonesia tuk bisa mendapatkan kehidupan layaknya sendiri, dan tidak terus menerus menyalahkan pemerintah atas kemiskinan mereka.
Akhir kata, terlepas dari benar atau salah tindakan bakar dirimu wahai Sondang sodaraku, saya menghargai perjuanganmu dan turut berdoa agar Tuhan mengampuni dosa dosa dan menerima amal ibadahmu, Amiinnn.
*nb : Jika tidak percaya bahwa 9 dari 10 mahkluk yang mengaku manusia membuka web ini menggunakan Microsoft Windows, maka silahkan lihat statistik dari blog saya hehehee....
*nb : Jika tidak percaya bahwa 9 dari 10 mahkluk yang mengaku manusia membuka web ini menggunakan Microsoft Windows, maka silahkan lihat statistik dari blog saya hehehee....







16 komentar:
Sistem jaman orde lama menggunakan sistem Sosialisme, jaman orde baru menggunakan sistem kapitalisme, dan reformasi hingga sekarang di kenal dengan sebutan sistem neo-liberal (yang juga merupakan jamur-jamurnya kapitalisme)
opini: Kesalahan dari mahasiswa yang demo adalah tidak tahu akan penyebab utama dari masalah di pemerintahan. Sistem yang buruk lah yang sesungguhnya menyebabkan negeri ini terpuruk. Oleh karena itu penggantian rezim tidak akan mampu mengubah keadaan negeri ini untuk maju. Karena sistem yang buruk (demokrasi,kapitalisme,liberalisme) akan terus menghasilkan tunas-tunas benalunya di pemerintahan. Kita (mahasiswa) ingin maju, tetapi pemerintah menghambat laju kita (contoh sapu angin ITS di persulit masalah bea cukai. Ketika kita diam hanya demi kemajuan diri kita sendiri, maka tunas-tunas benalu akan tumbuh subur dengan mudahnya. Mark Zukerberg Maju, Bill gates sukses, Steve Jobs sukses. namun apakah kita bisa sejahtera dengan yang mereka hasilkan? (saya saja belum mampu untuk beli Ipod karya bill gates) Apa gunanya pemerintah menarik pajak dari rakyatnya jika rakyat sendiri di suruh untuk mencari kesejahteraannya sendiri? Ibaratnya penggembala mengambil daging/bulu dari domba yang di gembalanya, tetapi si penggembala membiarkan gembalaanya untuk mencari kehidupan sendiri!
(Saya bukanlah orang yang senang mengajak demonstrasi anarkis tetapi saya orang yang ingin mengajak untuk merubah sistem, mengajak untuk meninggalkan demokrasi anak kapitalisme, sosialisme dan isme isme lainnya)
eh ralat "saya saja belum mampu untuk beli Ipod karya Steve jobs" hehe :D
Wahh.. Nice Opinion @Hidayat Fajar,,
"namun apakah kita bisa sejahtera dengan yang mereka hasilkan?"
jawabannya tentu TIDAK, yang saya maksudkan disini, lebih baik mana...??? bisa menyumbangkan sebuah "masterpiece" ke negaranya yang juga bakal diakui dunia internasional atau demo anarkis dijalan raya...???
Saya rasa tokoh yang Anda sampaikan tidak sesuai dengan arti mahasiswa yang ingin Anda sampaikan. Tokoh-tokoh tidaklah tepat mewakili contoh mahasiswa sukses yang "terhormat". Mereka semua DO dari universitas masing-masing. Bisa jadi, orang lain akan berpikir bahwa mahasiswa adalah seperti itu. Berilah contoh seperti seorang Larry Page, pendiri Google, yang benar-benar mewakili sosok mahasiswa yang ingin Anda bahas. Dia menggunakan riset yang dia lakukan selama kuliah S2 untuk mengembangkan Google.
@Anonim, waduhh kelupaan bang larrynya,,, heheee tapi memang bener dia juga salah satu tokoh keren yang patut diacung'i jempol...
Sebenernya malah pengen nulis Soichiro Honda,,, tapi ntar malah kebanyaan contoh,, heheee
Kata2 dari pak Romi memang benar-benar menusuk, dulu juga sempat baca dari blognya pak Romi dan terasa makjleb. Btw nice post :D, di waktu sekarang ini seharusnya makna kata demonstrasi mahasiswa bukan lagi orasi yang cenderung anarkis, tetapi lebih kepada menyampaikan solusi atau hasil karya yang mampu mengatasi permasalahan bangsa dengan pendekatan yang ilmiah. Terlebih lagi bagi mereka mahasiswa teknik ^_^.
Postingan yang menggugah dan membakar JO, two thumbs up ! :D
Setuju Bang --
Kebanyaken AKTIFIS KITA
@dhee, terimakasih,,,,, semoga saja, kita mahasiswa, bisa sama2 terus berprestasi dan berkarya untuk negeri ini.. :)
@zeromin0 adanya aktifis sih boleh2 saja, tapi jauh lebih baik jika diimbangi dengan karya dan prestasi yang membanggakan negeri ini.. :)
setuju mas...
2 jempol deh..
gini bro, menurutku kita sebagai generasi muda punya peran masing-masing. Ada yang di dunia sosial dan science. Aku setuju bahwa kita sebagai mahasiswa juga harus bisa berperan optimal di pengembangan teknologi dan sejenisnya, tapi bukan berarti kita meninggalkan dunia sospol, apalagi mempercayakan ke wakil-wakil rakyat yang sekarang.
Yang jadi masalah di sini adalah mahasiswa yang seharusnya berperan di dunia sospol tidak memakai metode yang benar dalam menyampaikan aspirasi. Kenapa selama ini yang namanya demo, aksi, dan sejenisnya sering terjadi. Itu karena "budaya" yang diturunkan dari tahun ke tahun oleh senior mahasiswa sendiri (maaf, no offense). Mungkin juga ada pemikiran "gue baru bisa disebut aktifis kalo udah ikutan demo" atau "gue mahasiswa apatis kalo ga ikutan demo" (padahal di tc tiap semester demo, demo FP tapi, wkwkwk)
Ya, untuk mahasiswa seperti kita fokus lah di bidang science. Untuk masalah sosial, aku percayakan pada teman2ku di luar sana yang benar2 mempersiapkan metode yang matang untuk mengubah negara ini. Tetap semangat ^^
Jompol kaki melayang...
:D
eh,, ada foto close-upku di website (gtw media apa, g berani buka) waktu demo loo.. :D
padahal seumur2 nggak pernah foto close up kecuali foto2 SMA..
Sedikit beberapa saran/kritik buat penulis/pembahasan masalah mahasiswa yang 'hobi' demonstrasi. konten seringkali tidak berimbang, sehingga opini yang terbangun hampir sama bagi semua mahasiswa yang suka demontrasi: "anarki dan pengganggu".
aq beberapa kali ikut demo, paling mengharukan waktu ikut century, aq liat beberapa polisi dalam barisannya ikut nangis. Pada saat demo, juga ada doa bersama. dan aq pun nangis.. karena disana benar2 dibuka ttg masalah yang sedang terjadi di negeri.
Di sana, mahasiswa memberikan hasil analisisnya dan orasinya mengenai permasalahan yang ada, dan tentunya harus ada analisisnya. Hasil analisis/orasi dibagikan ke masyarakat biar masyarakat juga terbuka.
Dan seringkali yang demonya ahli ya mahasiswa yang tertarik di bidang sosial politis. Dan menurut saya demonstasi adalah bagian penerapan ilmu selama diperkuliahannya.
Suatu hari, organisasi yang aq ikutin sedang mengikuti beberapa kali rapat dalam penentuan APBD surabaya. Tentunya sebelum rapat, dilakukan koordinasi dan analisis ttg hal tsb. Di kontrakan temenku ada sekardus dokumen anggaran, waktu aq baca, masya Allah angkanya menggila dan agak kurang realistis. Temen2 saya ini mencari mahasiswa lainnya yg sebidang (dengan anggaran) untuk membantu mengoreksi anggaran tsb. Waktu ikut rapat, katanya terjadi eyel2an, aq nggak tau persis karena aq cuma menyimak.
Kalo masalah demo anarkis saya akan memberikan komentar sedikit. Media/wartawan kita sukanya merekam dan memberitakan dg heboh demo yang anarkis. Itu komentar dari temen2ku yang hobinya "beraksi".
Yups, itu tadi pendapatku biar menyeimbangkan opini kalau mahasiswa sering demo anarkis...
Trus, masalah ketimpangan berita mahasiswa dan student collage. Ya itu tugas kita, sebagai mahasiswa Science, untuk menyeimbangkan berita. Dan tentunya tugas para penguasa media berikutnya...
Oiya, ada lagi, satu kutipan dari pak de karwo dalam economics challages-nya. Beliau menjawab pertanyaan dari host: kiat ekonomi jawa timur., jawab beliau adalah karena sikap kritis masyarakat jawa timur, mahasiswanya, serta dosennya. :D
Kalo masyarakat kritis, pasti yang suka usil jadi malu2 kucing. dan ujung2nya balik kucing alias nggak jadi usil..
:D
Wawawawawwwaw..... banyak yg komen lagi ternyata... :)
Bagus2 untuk menyeimbangkan opini dan saling melengkapi,,,
@Junian & Fitri : Mari kita jadi generasi yang merubah semua itu,,, :)
Aminn.. :D
Poskan Komentar